RS MH THAMRIN CILEUNGSI
menu1
CONTENT SLIDER
CONTENT 1
Kapan Tubuh Butuh Konsumsi Suplemen?
2014-02-14 15:07:29
KOMPAS.com - Nutrisi merupakan salah satu faktor penting bagi tubuh yang sehat. Namun terkadang mencukupi kebutuhan nutrisi dari makanan saja tidak cukup, sehingga sebagian orang pun memilih mengonsumsi suplemen. Hanya saja, penelitian menunjukkan, suplemen tidak selamanya baik untuk dikonsumsi. Bahkan banyak orang yang mengonsumsi suplemen sebagai bentuk dari tindakan berlebihan yang sebenarnya tidak mereka perlukan. "Agar tidak salah mengonsumsi suplemen, kita perlu mengetahui tanda-tanda tubuh memerlukannya. Dan ada pula saat-saat tertentu tubuh paling membutuhkan suplemen," ungkap dokter spesialis gizi klinik Nanny Djaja saat dihubungi Kompas Health Sabtu (1/2/2014). Nanny menjelaskan, tubuh membutuhkan suplemen biasanya apabila tubuh sedang mengalami kelelahan karena bekerja terlalu keras dan kurang istirahat. Saat ini umumnya sistem imun seseorang sedang menurun kekuatannya sehingga mudah sakit, sementara suplemen akan membantu tubuh untuk lebih berenergi dan memperkuat sistem imun tersebut. Suplemen yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi orang yang sedang lelah biasanya berupa multivitamin dan mineral. Alasannya suplemen tersebut dapat membantu mengembalikan fungsi sel-sel tubuh sehingga meringankan kelelahan. Kurang perhatian pada makanan yang diasup juga diketahui sebagai kondisi yang menyebabkan seseorang perlu mengonsumsi suplemen. Menurut Nanny, hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan zat gizi yang tidak mampu dicukupi dari makanan saja. Selain itu ada pula keadaan lain tubuh paling membutuhkan suplemen yaitu saat kurang nafsu makan. "Nutrisi dibutuhkan dari makanan, sehingga bila tidak nafsu makan, bagaimana nutrisi bisa cukup? Itu lah kenapa kita butuh suplemen saat kurang nafsu makan," jelas staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya ini. Nanny menuturkan, kurang nafsu makan biasanya dialami oleh orang-orang usia lanjut lantaran adanya gangguan pengecap. Selain itu mereka juga rentan mengalami depresi karena merasa sendiri dan kesepian sehingga menurunkan nafsu makannya. Kondisi lainnya tubuh membutuhkan suplemen adalah kondisi pemulihan setelah sakit. Saat ini, tubuh masih dalam keadaan cukup lemah dan membutuhkan tambahan nutrisi untuk menjadikannya pulih kembali. Sayangnya kondisi setelah sakit biasanya diwarnai dengan nafsu makan yang belum pulih juga, sehingga suplemen bisa dijadikan pilihan. "Kondisi hamil, menyusui, masa pertumbuhan juga merupakan saat-saat yang paling banyak membutuhkan asupan nutrisi yang prima sehingga konsumsi suplemen mungkin juga dibutuhkan," pungkasnya.
CONTENT 1
Apa Bahaya Debu Vulkanik bagi Kesehatan?
2014-02-14 10:52:19
Bella
KOMPAS.com Material vulkanik dari letusan gunung berapi dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Muntahan material terutama debu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernafasan. Seperti diungkapkan ahli kesehatan paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr Agus Santoso, SpP, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa besar dampak debu vulkanik terhadap kesehatan. Faktor ini di antaranya konsentrasi partikel, proporsi debu yang terhirup, serta kondisi meteorologi. Menurut Agus, debu vulkanik yang halus dan berukuran sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikron, berpotensi mengganggu pernapasan. Bahkan, debu berukuran kurang dari 5 mikron dapat menembus saluran pernapasan bagian bawah atau organ paru-paru. Efek atau dampak debu vulkanik juga ditentukan oleh partikel pendukungnya. Debu yang disertai kristal silika menimbulkan dampak lebih merusak dan menyebabkan gangguan pernapasan berat. Sementara itu, debu vulkanik yang disertai hawa panas dapat membawa debu piroklastik dengan permukaan tidak teratur dan cenderung tajam. Gangguan akibat debu piroklastik ini bisa menyebabkan kematian karena luka pada saluran pernapasan. Debu vulkanik lain yang patut diwaspadai, kata Agus, adalah yang disertai gas CO, H2S, SO2, dan bersifat asam. Dampak debu vulkanik bagi kesehatan, lanjut Agus, secara umum terbagi menjadi dua, yaitu efek akut dan kronik. Efek akut terbagi menjadi iritasi saluran napas, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), atau kesulitan bernapas pada penderita gangguan paru sebelumnya seperti penyakit asma. Sementara itu, efek kronik terjadi setelah paparan bertahun-tahun. Hal ini ditandai adanya penumpukan abu silika dalam paru, yang disebut silikosis. Penderita akan mengalami penurunan fungsi paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Kondisi meteorologi, kata Agus, juga turut berpengaruh, yakni korban yang berdiri sesuai arah angin saat muntahan abu vulkanik kemungkinan menghirup lebih banyak dibanding yang berlokasi melawan arah angin. Kendati begitu, efek merugikan dari debu vulkanik, terang Agus, bisa dicegah dengan penggunaan masker khusus. "Gunakan masker. Jika memungkinkan gunakan masker kategori N 95-N 100," kata Agus yang menambahkan masker tersebut mencegah masuknya debu berukuran kurang dari 10 mikron. Bila telanjur terpapar, Agus menyarankan secepatnya ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk efek akut bisa diatasi dengan obat batuk, pengurang sesak, pengencer dahak, atau radang. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan adalah pengukuran menggunakan peakflow. Alat ini mengukur puncak udara keluar dari paru-paru. Sedangkan untuk paparan yang lebih lama, biasanya diperlukan rontgen paru.
CONTENT 1
Ragam Pertolongan Pertama Kecelakaan Pada Anak by Pecinta Bayi Dan Anak
2013-02-25 10:44:09
admin
Anak-anak balita rentan terhadap kecelakaan. Selain karena kemampuan motorik mereka yang sedang berkembang, rasa ingin tahu yang besar seringkali membawa mereka pada bahaya yang tidak mereka sadari. Berikut adalah beragam pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan pada anak-anak yang mengalami kecelakaan umum di rumah:
CONTENT 1
Proses Terjadinya Kehamilan
2013-02-25 10:40:09
admin
Proses Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim, Sumber : Proses Terjadinya Kehamilan http://bidanku.com/index.php?/proses-terjadinya-kehamilan#ixzz2LsXawfFt Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook
konsultasi kesehatan
:::Konsultasi Kesehatan:::

PUJI KUSUMAWATI
Tanya masalah Spesialis Anak
Baca Selengkapnya>>
ajo
Tanya masalah Gigi
Baca Selengkapnya>>
azhar taufiq hidayat
Tanya masalah Spesialis Kebidanan
Baca Selengkapnya>>
10 TOWARD TRAUMA & DIAGNOSTIC
Pusat Trauma dan Diagnostic
Untitled Document
FB Thamrin FB Thamrin FB Thamrin Twitter Thamrin Koprol Thamrin info karir